sebuah filosopi dalam kehidupan

Posted on January 4th, 2009 in Uncategorized by lanjut-dong

Sebuah filosopi telah menggambarkan kita bentuk pada kehidupan, yang di balik bentuk itu tersembunyi sebuah makna. Kadang aku pun masih bodoh,masih belum mampu menyelami sebuah bentuk kehidupan yang terus berjalan. Semakin lama aku merasakan banyak orang yang bertitle/punya background pendidikan tinggi tapi masih berpikir dengan sebuah emosional.Tanpa mengetahui bagaimana kita berupaya mengekpresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang yang ada. Itulah yang akhirnya, membuat kita menjadi pribadi yang disegani.

Bahkan tidak sedikit orang yang ingin menjadi orang lain,masih banyak yang nyaman dengan topengnya. Kalau kita bisa melihat dan memahami (mungkin aku sendiri masih terus belajar) bagaimana hal kecil bisa menjadi besar. Dalam arti kata, bisakah kita melakukan dari hal yang kecil di hadapan kita, sebelum melakukan yang besar…? Kadang aku sendiripun selalu menyepelekan hal yang kecil.Kini aku sadar hal kecil yang disepelekan itulah akan menjadi besar dan membentuk sebuah masalah.

Sebuah tanggung jawab dalam hidup memang harus berani dilakukan, Karena sebelum melakukan untuk orang lain bisakah kita melakukan untuk diri sendiri..? Contoh sebuah kertas yang dilipat, kita melipat asal dan bisakah kita tau tebalnya lipatan itu..? Dari bentuk inilah terlihat sebuah filosopi kertas yang dilipat. Ada lagi seperti pohon bambu, kenapa jarak 3 tahun aja pohon bambu masi belum tumbuh tunas.. Dari pohon bambu aja banyak terlihat sebuah gambaran, diantaranya : Kalau mau menjadi orang hebat dan besar, kamu harus membangun pondasinya lebih dulu dengan sabar dan jangan mengeluh. Namun, orang cenderung males berproses, apalagi kalau proses itu sarat dengan kerja keras, keringat, dan penderitaan. Intinya “Tidak ada kesuksesan sejati yang gratis”.

Bambu pun tahan di dalam perbedaan cuaca, seperti suatu iklim tidaklah penting dalam bambu melakukan pertahanan hidup.Orang sekarang lebih senang dengan sebuah bentuk latar belakang atau memiliki background tapi tanpa disadari suatu saat nanti bisakah dia hidup tanpa atau sudah kehilangan background nya..?

Jarang, kita menyaksikan bambu roboh. Di tengah tumbangnya pohon-pohon lain akibat serangan angin puting beliung, bambu tetap kokoh tak bergeming. Selain karena akarnya yang kuat, juga batangnya yang bergoyang bersama angin. Akibatnya, dalam cuaca dan angin kencang, pohon bambu bergoyang dan mengeluarkan desis suara, mengikuti irama angin. Tapi, tidak pernah tumbang. Sementara itu, pohon-pohon lain dengan batang lebih besar, justru tidak kuat menghadapi ganasnya angin. Inilah yang saya sebut dengan fleksibilitas. Pelajarannya? Kita perlu fleksibel dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Dengan begitu, kita tetap akan hidup dan berjaya.

Kalau kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”. Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi “V”

Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan “daya dukung” bagi burung yang terbang tepat dibelakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus ‘dinding udara’ di depannya. Dengan terbang dalam formasi “V”, seluruh kawanan dapat menempuh jarang terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

artinya dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi akan menghasilakan buah yang maksimal dari sebuah kerja sama mencapai tujuan kita dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena kita menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya. akan tetapi Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.

Dan masih banyak lagi sebuah filosopi yang lain seperti Telur, merpati, Elang dan lain-lain. Tinggal tergantung dari kitanya sendiri, mampukah kita memahami suatu makna dari bentuk kehidupan yang ada di hadapan kita. Kalau kita sudah mampu dan sudah siap bearti kita sudah tidak merasa takut  lagi pada kehidupan yang akan terjadi.




Post a comment