Untuk mu sahabat
Wahai.. sang bijaksana..
Hati ku yang mungil telah menjawab dengan lantang,
Dari kegelisahanku, keresahanku.
Ternyata aku belum mampu melepas kain yang kupakai,
Aku masih memakai kain yang lama..
Dari setiap waktu malam yang ku tutup,
Ku buka pagi dengan sambutan matahari..
Saat siang dia setia mengiringi,
Di waktu senja pergi dan menari di atas pelangi..
Ku hitung satu demi satu,
Dari kegagalan yang bersemayam dlm kehidupanku..
Dikala aku terjatuh, tangan mu menarik untuk ku bangun
Saat mimpi bagai cahaya yang tak ingin tunduk pada bayangan
Kini akulah pelayan yang akan setia menemanimu..
Dalam hitungan detik..
Dalam hitungan waktu kau toreh lidahku dengan tinta emas mu
Kau ukir wajahku bagai pualam hiasan rumah sulaiman
Kini ku persembahkan jiwa ragaku untuk mu
Wahai sang kekasih..
Untukmu pula wahai sahabat sejatiku..
Hidupku, matiku, aku peluruuntuk mu
Ooh.. untuk mu..
Bersama sahabat-sahabat mu pula
Nama mu akan menggema dari banyak orang
Dari.. Dan sampai tak terhitung..
Karena kau lah mutiara tak ternilai
Bagai langit biru tak berbingkai
Ooh.. Tuhan..
Aku tak ingin ini tak terjadi..
Ooh.. Tuhan..

Post a comment