pandawa lima

Posted on February 20th, 2008 in Uncategorized by lanjut-dong

Arjunakrishna

arjuna dan dewa kreshna

Yudhishthhiraleaves_1

yudistira

Yudistira

merupakan saudara para Pandawa yang paling tua. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Yama dan lahir dari Kunti. Sifatnya sangat bijaksana, tidak memiliki musuh, dan hampir tak pernah berdusta seumur hidupnya. Memiliki moral yang sangat tinggi dan suka mema’afkan serta suka mengampuni musuh yang sudah menyerah. Memiliki julukan Dhramasuta (putera Dharma), Ajathasatru (yang tidak memiliki musuh), dan Bh��rata (keturunan Maharaja Bharata). Ia menjadi seorang Maharaja dunia setelah perang akbar di Kurukshetra berakhir dan mengadakan upacara Aswamedha demi menyatukan kerajaan-kerajaan India Kuno agar berada di bawah pengaruhnya. Setelah pensiun, ia melakukan perjalanan suci ke gunung Himalaya bersama dengan saudara-saudaranya yang lain sebagai tujuan akhir kehidupan mereka. Setelah menempuh perjalanan panjang, ia mendapatkan surga.

Bima

merupakan putera kedua Kunti dengan Pandu. Nama bhim�� dalam bahasa Sansekerta memiliki arti "mengerikan". Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Bayu sehingga memiliki nama julukan Bayusutha. Bima sangat kuat, lengannya panjang, tubuhnya tinggi, dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya. Meskipun demikian, ia memiliki hati yang baik. Pandai memainkan senjata gada dan pandai memasak. Bima juga gemar makan sehingga dijuluki Werkodara. Kemahirannya dalam berperang sangat dibutuhkan oleh para Pandawa agar mereka mampu memperoleh kemenangan dalam pertempuran akbar di Kurukshetra. Ia memiliki seorang putera dari ras rakshasa bernama Gatotkaca, turut serta membantu ayahnya berperang, namun gugur. Akhirnya Bima memenangkan peperangan dan menyerahkan tahta kepada kakaknya, Yudistira. Menjelang akhir hidupnya, ia melakukan perjalanan suci bersama para Pandawa ke gunung Himalaya. Di sana ia meninggal dan mendapatkan surga.

Arjuna

merupakan putera bungsu Kunti dengan Pandu. Namanya (dalam bahasa Sansekerta) memiliki arti "yang bersinar", "yang bercahaya". Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Indra, Sang Dewa perang. Arjuna memiliki kemahiran dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria terbaik oleh Drona. Kemahirannnya dalam ilmu peperangan menjadikannya sebagai tumpuan para Pandawa agar mampu memperoleh kemenangan saat pertempuran akbar di Kurukshetra. Arjuna memiliki banyak nama panggilan, seperti misalnya Dhananjaya (perebut kekayaan karena ia berhasil mengumpulkan upeti saat upacara Rajasuya yang diselenggarakan Yudistira); Kirti (yang bermahkota indah karena ia diberi mahkota indah oleh Dewa Indra saat berada di surga); Partha (putera Kunti �C karena ia merupakan putera Pritha alias Kunti). Dalam pertempuran di Kurukshetra, ia berhasil memperoleh kemenangan dan Yudistira diangkat menjadi raja. Setelah Yudistira mangkat, ia melakukan perjalanan suci ke gunung Himalaya bersama para Pandawa dan melepaskan segala kehidupan duniawai. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan mencapai surga.

Nakula

merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin, Sang Dewa pengobatan. Saudara kembarnya bernama Sadewa, yang lebih kecil darinya, dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga. Setelah kedua orangtuanya meninggal, ia bersama adiknya diasuh oleh Kunti, istri Pandu yang lain. Nakula pandai memainkan senjata pedang. Dropadi berkata bahwa Nakula merupakan pria yang paling tampan di dunia dan merupakan seorang ksatria berpedang yang tangguh. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Dalam masa pengasingan di hutan, Nakula dan tiga Pandawa yang lainnya sempat meninggal karena minum racun, namun ia hidup kembali atas permohonan Yudistira. Dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata, ia berperan sebagai pengasuh kuda. Menjelang akhir hidupnya, ia mengikuti pejalanan suci ke gunung Himalaya bersama kakak-kakaknya. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan arwahnya mencapai surga.

Sadewa

merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin, Sang Dewa pengobatan. Saudara kembarnya bernama Nakula, yang lebih besar darinya, dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga. Setelah kedua orangtuanya meninggal, ia bersama kakaknya diasuh oleh Kunti, istri Pandu yang lain. Sadewa adalah orang yang sangat rajin dan bijaksana. Sadewa juga merupakan seseorang yang ahli dalam ilmu astronomi. Yudistira pernah berkata bahwa Sadewa merupakan pria yang bijaksana, setara dengan Brihaspati, guru para Dewa. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Dalam penyamaran di Kerajaan matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata, ia berperan sebagai pengembala sapi. Menjelang akhir hidupnya, ia mengikuti pejalanan suci ke gunung Himalaya bersama kakak-kakaknya. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan arwahnya mencapai surga.

100_0740_1

sa_dewa

pikiran mengalahkan cinta

Posted on February 6th, 2008 in Uncategorized by lanjut-dong

@tanpa cinta semua tak bernilai@

  • Jika engkau bukan seorang pencinta,maka jangan pandang hidupmu adalah hidup.
  • Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari. Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi.
  • Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan. Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ? Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”

akulah sahabatmu

Posted on February 1st, 2008 in Uncategorized by lanjut-dong

@ the dance of rumi  @

Setiap orang adalah sahabat bagiku dalam hal pendapat,

Namun.., siapapun tidak akan mampu menyelam kedalam rahasia-rahasiaku..

Lupakan hal yang tampak, masuklah kedalam yang tak tampak. Dan kalian akan menemukan perbendaharaan yang tiada tara.

*the dance of rumi <mastnawi>*

mengenal bentuk

Posted on February 1st, 2008 in Uncategorized by lanjut-dong
  • rasa….

    tubuh manusia selalu melewati 6 keadaan:
    sehat, sakit, mati, hidup, tidur dan bangun.
    -hidup….
    hidupnya hati adalah berkat bertambahnya ilmu
    -mati….
    matinya akibat tiadanya ilmu….
    -sehat….
    sehatnya hati adalah berkata keyakinan
    -sakit…
    sakitnya hati adalah keraguan
    -tidur…
    tidurnya hati adalah akibat tiadanya ilmu dan kelalaian.
    -bangun..
    bangunnya hati berasal dari nafas… darah…nadi… dan tubuh nya bernyanyi kerinduan untuk Nya….

    sesungguhnya Dia sang raja manusia tidak melihat kepada tubuhmu, rupamu, hartamu. tetapi -Dia melihat kepada hati yang tulus penuh ikhlas

hidup bagai sebuah lagu

Posted on February 1st, 2008 in Uncategorized by lanjut-dong

MY WAY

And now.. The end is near.. And so i face the final curtain
My friend, I’ll say it clear, of which i’m certain
I’ve lived a life that’s full.. I traveled each and every highway
And more, much more than this, i did it my way

Regrets, I’ve had a few.. But then again, too few to mention
I did what i had to do and saw it through without exemption
I planned each charted course, each careful step along the byway
And more, much more than this, I did it my way

#yes, there were times, I’m sure you knew
when i bit off more than i could chew
But through it all, when there was doubt
I ate it up and spit it out
I faced it all and i stood tall and did it my way

*I’ve loved, I’ve laughed and cried… I’ve had my fill, my share of losing
And now, as tears subside, I find it all so amusing… To think i did all that
And may I say, not in a shy way.. Oh,no.. Oh,no.. Not me..
I did it my way

For what is a man, what has he got ?… If not himself, then he has not
To say the things he truly feels and not the words of one who kneels
The record shows I took
The blows and did it my way

yes, it was my way

by: paul anka